Alhamdulillah

Kira-kira bulan Juli tahun 2010, aku dan teman-teman sekelas disuruh menuliskan harapan selama di SMA (aku lupa itu buat apa).

September 2012, dua tahun lebih setelah itu aku mengingatnya kembali di tengah perjalanan pulang sekolah. Bukan sebuah harapan yang tinggi memang, apalagi muluk-muluk.

Menjadi orang yang berguna bagi komunitas sekitar

Dua tahun lebih setelah menulis harapan itu aku bertemu dengan berbagai macam orang, mengenal mereka, serta berjuang bersama mereka. Mungkin pelajaran paling berharga yang pernah kudapat sampai sekarang adalah pentingnya sebuah kesatuan. Kelas, angkatan, organisasi, semuanya memberikan pengalaman yang unik.

0 Responses to “Alhamdulillah”



  1. Leave a Comment

Problem?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Previous rants

Challenging myself, and you

WordPress Post A Week 2014

Posting every week? Challenge accepted.

Just counting

  • 11,006 marbles

%d bloggers like this: