Informasi Pribadi

Waktu sekitar SD dulu, aku suka mengumpulkan biodata teman-teman sekelas. Caranya, aku menulis biodataku beberapa kali di kertas binder lalu ditukar dengan biodata teman-temanku (mereka juga melakukan hal yang sama). Biodata-biodata yang kudapat itu dijadikan satu dalam binder. Salah satu alasan aku suka melakukan itu mungkin karena aku suka mengetahui informasi pribadi orang lain. Kalau dipikir-pikir, ini bisa jadi cikal bakal stalking.

Bedanya, tentu saja sekarang kita tidak perlu ribet-ribet tukar-menukar kertas binder seperti itu. Ada yang namanya Twitter, Facebook, WordPress, Tumblr, dan tempat-tempat lainnya di mana orang bisa menyebar-nyebar informasi-informasi ypenting. Dalam beberapa tahun, informasi semacam itu sudah bisa ditemukan dengan sebegitu mudahnya. Dan yang lebih ngeri lagi, tanpa harus sepengetahuan pemilik informasi itu sendiri.

Mungkin di masa depan, profesi informan sudah tidak ada harganya lagi. Cukup dengan menjadi teman di Facebook atau membuka linimasa Twitter, kita bisa tahu apa pekerjaan orang yang tidak kita kenal, di mana dia berada, apa yang dia lakukan, atau bahkan jadwal hariannya. Itu kalau pengguna internet masih setidak terdidik sekarang.

0 Responses to “Informasi Pribadi”



  1. Leave a Comment

Problem?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Previous rants

Challenging myself, and you

WordPress Post A Week 2014

Posting every week? Challenge accepted.

Just counting

  • 11,037 marbles

%d bloggers like this: